Tuesday, January 16, 2018

Monday, January 15, 2018

5 Software Desain Grafis dan Vektor Bagi Pengguna Linux

Berhubung saya adalah pengguna Linux, maka saya harus terbiasa melakukan segala pekerjaan komputerisasi dengan sistem operasi Linux. Pekerjaan itu salah satunya adalah desain grafis dan gambar vektor. Mungkin bagi mereka yang terbiasa dengan Windows sebelumnya akan sulit mencari alternatif aplikasi desain grafis pada Linux. Namun, jika jeli untuk googling sana-sini dan tidak takut mencoba, pasti akan menemukan aplikasi yang cocok untuk pengguna Linux. Memang tidak terkenal secara komersil, tapi aplikasi ini memang sering digunakan para desainer grafis di luar negeri untuk memperbaiki desain mereka atau membuat desain yang menarik dari nol.

Linux sebenarnya tidak kekurangan varian aplikasi desain grafis, karena banyak komunitas developer yang mengembangkan aplikasi desain grafis untuk Linux. Semuanya ada, baik tingkat pemula sampai profesional. Pada artikel kali ini, saya akan membahas aplikasi desain grafis terbaik yang bisa kalian temukan di Linux. Agar cakupan bahasannya tidak meluas kemana-mana, maka saya batasi pembahasan khusus untuk menggambar digital atau sketching dan edit gambar.

1. GIMP
Aplikasi ini paling sering saya gunakan. GIMP adalah singkatan dari GNU Image Manipulation Program. GIMP adalah salah satu perangkat lunak berbasis open source yang biasanya terpasang secara default pada sistem operasi Ubuntu atau distro Linux lainnya.
Tampilan GIMPPara desainer grafis pemula maupun profesional biasa menggunakan GIMP, karena aplikasi ini memang diperuntukkan bagi semua orang. Meskipun kalian adalah newbie, atau profesional, aplikasi ini dapat digunakan dengan baik. Banyak fitur yang ditawarkan GIMP, mulai dari penyuntingan gambar sampai memulai desain dari scratch. Berbagai piranti tambahan dan ekstension juga bisa ditambahkan ke dalam GIMP, dan tanpa menghabiskan sepeser pun, karena software ini open source.

Bagi pengguna Ubuntu, GIMP dapat dipasang langsung melalui Ubuntu Software Center, atau supaya keren sedikit bisa mencoba instalasi dari terminal dengan perintah apt-get atau aptitude. Sedangkan untuk distro Linux lainnya, instalasi dapat mengacu pada situs resmi GIMP.

2. Inkscape
Inkscape adalah aplikasi gambar vektor berbasis open source. Inkscape biasanya dipasang oleh para desainer grafis pengguna Linux sebagai alternatif dari Adobe Illustrator. Tampilan Inkscape mungkin tidak sekeren Adobe Illustrator, tetapi Inkscape menawarkan fitur yang kuat dan dapat digunakan dengan mudah.
Tampilan InkscapeInskcape dapan menyimpan berkas hasil editing ke dalam berbagai format. Dan jika beberapa dari kalian masih merindukan Adobe Illustrator, hasil penyuntingan gambar dari Inkscape dapat diekspor ke ekstension untuk Adobe Illustrator dan dapat dibuka dari aplikasi AI. Jadi, silakan mencoba Inkscape untuk mempelajari fitur-fiturnya jika belum terbiasa. 

3. Krita
Di posisi ketiga ada Krita, salah satu aplikasi yang mengesankan bagi para desainer grafis. Awalnya dibuat sebagai plugin tambahan KOffice (software office keluaran KDE Linux), untuk memfasilitasi penyuntingan gambar pada office suite KDE. Namun, karena potensi Krita yang meroket, akhirnya Krita dikembangkan oleh komunitas untuk menjadi aplikasi yang berdiri sendiri, untuk bersaing dengan aplikasi lain seperti GIMP dan kawanannya.
Tampilan KritaMemang secara tampilan sama sekali berbeda dengan GIMP, karena Krita fokus untuk penggunaan bagi para ilustrator, kartunis, mangaka, dan pembuat gambar digital. Sudah banyak ilustrator dan mangaka yang membuat webtoon melalui aplikasi ini. Secara user interface, Krita juga lebih baik dari GIMP walau fungsi mereka dan positioning mereka berbeda.

Seiring berkembangnya Krita, banyak fitur ditambahkan. Krita sekarang juga sudah bisa digunakan lintas platform, pada OSX maupun Windows. Untuk Ubuntu dapat langsung dipasang melalui Ubuntu Software Center, atau instalasi manual dengan berkasnya. Semua berkas dan cara instalasi dapat ditemukan melalui situs resmi Krita

4. Pinta
Seperti aplikasi desain grafis dan vektor berbasis open source lainnya, Pinta muncul entah dari mana dalam pasar open source dan menjadi aplikasi favorit bagi para pengguna Linux. Pasalnya, aplikasi ini menawarkan kebutuhan desain grafis maupun vektor dengan fitur-fitur sederhana yang powerful.
Tampilan PintaJika sebelumnya beberapa dari kalian menggunakan Paint.Net atau MSPaint, maka Pinta kurang lebih seperti itu. Perbedaannya ada pada sisi komersil dan tidaknya saja. Selain itu, selain dipakai untuk menggambar, Pinta juga bisa mengontrol layer gambar. Hasil editing juga bisa diekspor ke berbagai ekstension file.

5. Karbon
Tampilan Karbon. Gambar dari Situs Resmi.Karbon adalah aplikasi untuk menggambar vektor dengan tampilan dan menu yang mudah digunakan. Sebagai aplikasi open source, Karbon masih terus dikembangkan oleh para developer dari seluruh dunia yang tergabung di komunitas Karbon. Instalasinya cukup mudah, untuk Ubuntu bisa melalui Ubuntu Software Center. Sedangkan untuk distro lain, bisa langsung memasang Karbon melalui perintah instalasi di terminal.
*** 
Itulah lima aplikasi desain grafis yang bisa dipasang pada sistem operasi Linux. Selain komunitas yang tersebar, aplikasi ini semuanya open source. Jadi, daripada pakai aplikasi bajakan, lebih baik beralih ke open source.

Selamat membaca dan mencoba aplikasinya

Friday, January 12, 2018

5 LANGKAH MUDAH MEMBUAT RUNNING TEXT DI ADOBE PREMIERE

Gimana sih caranya membuat tulisan berjalan atau running text di Adobe Premiere? Tulisan berjalan atau yang biasa disebut running text adalah informasi tambahan yang dibutuhkan untuk menyempurnakan video yang ditampilkan. Konsep ini mirip dengan tulisan berjalan yang seringkali kamu baca ketika melihat tayangan berita di televisi.

 

Adobe Premiere adalah salah satu aplikasi yang menyediakan fitur ini. Item yang diciptakan software Adobe ini memang kerap kali dipakai oleh kreator video profesional untuk menciptakan video-video dengan kualitas tinggi seperti yang biasa kamu lihat di Youtube.

 

Meskipun sudah menampilkan grafis ataupun logo dalam suatu proyek, tulisan berjalan tetap saja dibutuhkan untuk melengkapi footage dalam sebuah video. Dalam Adobe Premiere tulisan yang bergerak secara vertikal biasa disebut rolls sedangkan yang bergerak secara horizontal biasa disebut crawls. Istilah inipun nantinya akan banyak kamu temui dalam pembuatan running text di aplikasi ini.

 

Yuk, langsung saja simak langkah-langkah yang harus kamu lakukan jika ingin membuat tulisan berjalan atau running text di aplikasi Adobe Premiere

 

Drag video yang akan kamu tambahkan dengan fitur tulisan berjalan ke timeline 1 pada aplikasi di Adobe Premiere.Selanjutnya, untuk memilih tulisan berjalan yang akan ditayankan secara horizontal, kamu cukup pilih menu Title > New Title > Default Crawl, sedangkan untuk memilih tulisan berjalan secara vertikal, kamu bisa memilih menu Title > New Title > Default Roll.Buatlah tulisan yang akan kamu gunakan dalam teks berjalan tersebut melalui fitur diatas. Kamu bisa menggunakan panel scroll bar Titler untuk melihat area judul.Di panel Titler, kamu juga bisa memilih fitur Roll/Crawl OptionsTentukan arah dan waktu yang tepat dengan mengklik Direction and Timing.

 

Dalam memilih penentuan Roll/Crawl, kamu juga diberi pilihan sebagai berikut

 

Start off screen

Menentukan awalan waktu tulisan berjalan yang akan diletakkan dalam proyek video

 

End off screen

Menentukan akhiran waktu tulisan berjalan yang akan diletakkan dalam proyek video

 

Preroll

Membagi jumlah frame yang akan dimainkan

 

Ease-In

Menentukan jumlah frame melalui judul dengan perlahan-lahan menambah kecepatannya

 

Ease-Out

Menentukan jumlah frame melalui judul dengan perlahan-lahan mengurangi kecepatannya.

 

Postroll

Menentukan jumlah frame yang akan ditampilkan setelah tulisan berjalan berjalan sempurna

 

Crawl Left, Crawl Right

Menentukan arah tulisan berjalan akan bergerak

CARA MEMBUAT STORYBOARD UNTUK VIDEO SINGKAT


Gimana ya cara membuat storyboard? Storyboard sebenarnya bukan hal asing lagi bagi kreator video. Istilah ini banyak digunakan untuk menentukan shot-shot mana saja yang akan diletakkan dalam video. Storyboard juga banyak disamakan dengan pola yang ada dalam komik. Terus, gimana cara membuatstoryboard?

 

Storyboard yang bagus memiliki fungsi yang baik termasuk di dalamnya perencanaan dan komunikasi. Sketsa yang dibuat mirip dengan pola yang digambar dalam buku komik ini akan membantu kamu memvisualisasikan apa yang ingin kamu cantumkan dalam video dalam bentuk skrip dan gambar.

 

Sketsa storyboard sendiri dibuat berdasarkan imajinasi sendiri mengenai apa yang akan kamu buat dalam video singkat kamu. Selain itu dengan menggambar sketsa dan menuliskan skrip dalam storyboard, kamu bisa menunjukkan kepada tim produksi video ataupun client, video seperti apa yang ingin kamu buat.

 

Nah, mau tahu lebih banyak cara membuat storyboard? Ini dia langkah-langkahnya

 

Tips Membuat Storyboard

 

Jangan terlalu terburu-buru membuat storyboard. Gambarlah seadanya jika kamu mendapatkan inspirasi dan tuangkan isi kepala kamu dalam sebuah note. Storyboard adalah media yang sempurna untuk menyalurkan imajinasi kamu.

 

Buatlah storyboard kamu tetap simpel sehingga orang-orang yang melihatnya akan mengerti, dan pastikan untuk membagikan hasil finalnya kepada orang-orang yang ikut membantu proses pengerjaan video.

 

Berikut adalah beberapa tips singkat dalam membuat storyboard

 

Buatlah kotak dengan rasio yang sama dengan video yakni 16:9Berikan nomor untuk seluruh kotak agar gampang untuk didiskusikan dengan kru produksiGabungkan apa yang kamu tuangkan dalam storyboard dengan tipe shot pengambilan kamera yang biasa digunakanBuatlah subjek ataupun objek dalam background menjadi lebih kecil, agar subjek dan objek ini tidak menghalangi fokus utamaPotong dan satukan storyboard untuk dimainkan dengan sequence dan narasi

Gunakan storyboard final untuk membuat daftar master shot.

 

Sumber: 1 2

8 TEKNIK PENGAMBILAN VIDEO BAGI PEMULA

Bagaimana teknik pengambilan video layaknya videografer andal? Dalam pengambilan sebuah gambar, kreator film memang harus bergantung pada kemampuannya mengambil angle yang bagus dan mampu menarik perhatian penontonnya. Sama seperti teknik fotografi, kamu juga harus mengetahui teknik dasar membuat video yang bagus. Berikut adalah 8 teknik pengambilan videolayaknya seorang profesional.

 

1. Ambil gambar per adegan

Ketika menjalani syuting usahakan untuk memiliki lebih dari satu kamera. Hal ini diperuntukkan bagi kamu yang ingin mengambil dari arah yang berbeda terutama jika kamu mengambil gambar di acara interview. Ketika mengambil gambar di ruangan terbuka dan ramai pun, kamu harus perhatikan untuk menjaga kestabilan gambar kamu. Ingatlah kalau kamu berkewajiban menyampaikan pesan kepada penonton jadi cobalah mengambil gambar dari sudut yang yang fokus dan tidak membuat jenuh penonton.

 

2.Hindari menggunakan zoom

Menggunakan terlalu banyak teknik zoom adalah masalah yang seringkali terjadi bagi pemula. Dampak dari penggunaan terlalu banyak zoom dalam pengambilan gambar adalah video akan terlihat amatir dan bahkan bisa membuat penonton pusing. Jika sangat terpaksa kamu ingin melakukan zoom, lakukan dengan perlahan dan tetap stabil. Teknik zoom juga sangat tidak disarankan karena baik digital ataupun optical zoom akan merusak kualitas video yang sudah kamu rekam.

 

3.Isilah frame dengan subjek gambar

Ambillah gambar kamu dengan baik, dan jangan takut untuk menempatkan subyek tidak di tengah gambar. Sebagai contoh, jika kamu mengambil gambar anak-anak sedang berenang, akan lebih menarik jika kamu mengambil gambar dengan subyek tidak hanya di kolam renang. Namun, mulai dari perjalanannya hingga ke kolam renang. Dari situ kamu bisa mengambil gambar anak-anak sedang berbicara, tertawa atau saat menyelam.

 

4.Usahakan mengambil gambar yang mendetail

Kamu mungkin ingin mengambil latar belakang dengan wide shot untuk memberikan petunjuk lokasi, namun kamu juga harus lebih spesifik. Berfokuslah kepada hal-hal mendetail, seperti lentera di jalanan atau perahu di di laut. Dengan begitu, kamu bisa menyampaikan pesan yang pas kepada penonton dan penekanan terhadap suatu subyek.

 

5.Gunakan angle yang berbeda

Kamu bisa menggunakan footage dengan mengambil gambar dari beberapa kamera dan memasukkan gambar yang tidak biasa ke dalam hasil final. Dengan begitu, hasil rekaman kamu akan menjadi menarik dan tidak didapat di rekaman video manapun. Agar lebih maksimal, kamu bisa mengambil video dari jarak dekat dengan jarak pandang ke atas ke bawah jika dimungkinkan.

 

6.Hindari backlight.

Hanya karena kita bisa melihat wajah orang yang areal kepalanya ditutupi matahari, bukan berarti kamera juga memiliki kemampuan demikian. Backlight atau cahaya matahari yang membelakangi subyek ketika mengambil gambar seringkali membuat subyek tidak terlihat dengan jelas. Kamu bisa memperbaiki situasi tersebut dengan berpindah ke sudut yang lain. Namun, beberapa kamera sekarang bisa mengurangi efek backlight.

 

7.Jangan biasakan menggunakan banyak special effects

Mungkin terlihat keren jika kamu menemukan video dengan efek sephia namun percayalah special effects hanya akan membuat video yang dihasilkan tidak sesuai dengan kenyataan. Usahakan untuk merekam video tidak dengan special effects agar penonton bisa merasakan empati dari video tersebut. Namun, jika harus dilakukan pilihlah software edit film dengan efek yang ringan.

 

8.Gunakan penerangan yang maksimal

Bukan rahasia lagi kalau saat mengambil gambar untuk video memiliki kemampuan penerangan yang lebih rendah daripada hanya sekedar mengambil foto. Maka dari itu, kamu diwajibkan memiliki penerangan yang maksimal jika merekam video di dalam ruangan dari berbagai sisi. Bukan hanya di dalam ruangan, kamu juga bisa menggunakan kertas putih agar cahaya bisa terpantulkan dengan jelas pada subjek yang akan direkam.

 

Ya, itu dia beberapa teknik yang mungkin bisa kamu coba praktikkan saat membuat video. Selamat mencoba! practice makes perfect.

 

Source : 1 2 3

TIPS MEMBUAT CHANNEL YOUTUBE

Kamu sudah tahu belum cara membuat channel Youtube? Sering menonton video di platform Youtube tapi belum punya channel Youtube sendiri? Belum tahu cara membuat channel Youtube sendiri? Memiliki channel Youtube memiliki banyak keuntungan. Terutama bagi  yang ingin mengunggah video kreasi kamu sendiri. Makanya, belajar cara membuat channel Youtube harus dipahami dengan baik. Keuntungan lainnya, kamu berkesempatan untuk berkomentar atau sekadar memberikan tanda menyukai dan tidak menyukai untuk video yang yang sudah kamu ikuti/subscribe.

Sistem dalam platform video yang juga dimiliki perusahaan search engine Google ini juga dapat memberikan notifikasi video terbaru dari kreator video yang kamu ikuti. Sebenarnya, jika kamu sudah memiliki akun Google, kamu bisa menonton, menyukai dan bahkan mengikuti satu channel tertentu. Namun, tanpa channel Youtube, kamu tidak banyak dikenal publik di platform Youtube.

 

Bahkan jika memiliki akun Google pun, kamu masih perlu membuat channel Youtube untuk mengunggah video, memberikan komentar dan membuat playlist.  Untuk membuat channel Youtube, kamu bisa menggunakan komputer atau mobile site.

 

Membuat channel personal

Masuklah ke situs Youtube melalui komputer atau mobile siteCobalah lakukan kegiatan yang biasa dilakukan di channel Youtube seperti mengunggah video, memposting komentar dan membuat playlistJika kamu belum memiliki channel, kamu akan melihat tanda untuk membuat channel baruCek detailnya dengan nama google akunmu yang mencakup nama dan foto lalu konfirmasi untuk membuat channel baru

 

Membuat channel brand untuk bisnis

Kamu bisa menggunakan akun brand untuk membuat channel dengan nama yang berbeda namun tetap dengan akun Google kamu sendiri.

 

Masuk ke akun Google melalui Youtube di komputer ataupun mobile siteMasuklah ke kolom channel listPilih untuk membuat channel baru atau menggunakan akun brand yang sudah adaMasukkan detail informasi tentang channel kamu dan verifikasi dengan akun Google, lalu tekan selesai. Fitur ini akan membantu kamu membuat akun Brand.Untuk menambahkan akun lain dalam akun Brand, kamu juga bisa mengganti channel pemilik dan yang mengatur akun tersebut melalui fitur pengaturan.

 

Setelah membuat channel Youtube, kamu juga perlumemperhatikan beberapa hal berikut yang menyangkut channel Yotube kamu. Yuk disimak!

 

1.Pilihlah nama channel Youtube yang menarik

Pikirkan nama yang tidak digunakan orang lain sehingga terlihat unik. Kamu bisa menggunakan nama kamu sendiri atau nama samaran. Namun pilihlah dengan bijak.

2.Ingatlah untuk menggunakan username dan nama channel yang keren

Kamu bisa sekreatif mungkin menggunakan nama channel tersebut. Misalnya dengan langsung mendeskripsikan apa yang ingin kamu lakukan dengan channel tersebut.

3.Tambahkan profile picture

Penting untuk menambahkan informasi ke dalam channel Youtube kamu. Pastikan nama kamu tersebut tidak akan membuat pusing orang yang  melihatnya.

4.Gunakan channel art

Channel art adalah gambar yang akan terlihat diatas channel page Youtube kamu, sehingga kamu harus sekreatif mungkin menggunakan channel art untuk menarik perhatian penonton.

5.Deskripsikan channel kamu

Tambahkan deskripsi singkat tentang konten apa yang akan kamu buat dengan menyesuaikan channel description, klik tab About dalam channel window utama.

6.Tambahkan link sosial media

Tambahkan daftar media sosial ke dalam channel kamu dan pastikan menggunakan akun yang berbeda misalnya Facebook, Twitter, Instagram dan lain-lain.

 

souce: 1  2  3

 

MARI MENGENAL APA ITU TYPOGRAPHY

Typography, atau yang biasa kita kenal dengan tipografi adalah tata huruf yang merupakan suatu tehnik manipulasi huruf dengan mengatur penyebarannya pada suatu bidang yang tersedia untuk membuat kesan tertentu dengan tujuan kenyamanan semaksimal mungkin pada saat membacanya baik dalam jarak dekat maupun jarak jauh sehingga maksud dan arti dari tulisan dapat tersampaikan dengan sangat baik secara visual kepada pembaca.

 

Sejarah Tipografi

Tipografi memulai sejarah perkembangannya dari penggunaan bentuk bahasa ini digunakan bangsa Indian Sioux dan Viking dari Norwegia. Kemudian di Mesir dikenal jenis huruf Hieratia yang dikenal dengan nama Hieroglif pada abad 1300 SM. Tehnik tipografi terus berkembang hingga di Kreta, hingga Yunani dan keseluruh Eropa. Puncak perkembangan tipografi terjadi pada abad 8 SM di Roma. Karena bangsa Romawi tidak memiliki sistem tulisan sendiri, mereka mempelajari sistem tulisan Etruska yang merupakan penduduk asli Italia serta menyempurnakannya sehingga terbentuk huruf-huruf Romawi. Saat ini, tipografi sudah mengalami perkembangan dari fase penciptaan dengan tangan hingga mengalami komputerisasi yang membuat penggunaan tipografi menjadi lebih mudah dan dalam waktu yang lebih cepat dengan jenis pilihan huruf yang ratusan jumlahnya.

 

Klasifikasi Tipografi

Klasifikasi rupa huruf  yang umum dan sering dipakai berdasarkan timeline sejarahnya dan fungsinya adalah sebagai berikut:

Blackletter / Old English / Textura, berdasarkan tulisan tangan (script) yang populer pada abad pertengahan (sekitar abad 17) di Jerman dikenal dengan gaya gothic dan di Irlandia dikenal dengan gaya Celtic.Humanis / Venetian, disebut humanis karena bentuk goresannya serupa tulisan tangan manusia. Rupa huruf ini dibuat berdasarkan tulisan tangan (script) gaya romawi di Italia.Old Style, bentuk huruf serif yang berupa metal type, model penulisan seperti ini sempat mendominasi industri percetakan selama 200 tahun.4Transitional, diberi nama Roman du Roi atau “rupa huruf raja”, karena dibuat atas perintah Raja Louis XIV. Rupa huruf ini muncul pertama kali sekitar tahun 1692 oleh Philip Grandjean.Modern / Didone, rupa huruf serif, muncul sekitar akhir abad 17, menjelang zaman Modern.Slab serif / Egytian, rupa huruf serif, muncul sekitar abad 19, kadang disebut Egytian karena bentuknya yang mirip dengan gaya seni dan arsitektur Mesir kunoSans-serif, rupa huruf tanpa kaitDisplay / dekoratif, muncul sekitar abad 19, untuk menjawab kebutuhan di dunia periklanan. Cirinya adalah ukuranya yang besar, yang membuat huruf ini mudah dikenali.9. Script dan cursive, bentuknya menyerupai tulisan tangan manusia. Script, hurufnya kecil-kecil dan saling menyambung, sedangkan Cursive

Sementara itu, klasifikasi tipografi berdasarkan bentuk hurufnya adalah sebagai berikut:

Roman, ciri-ciri dari huruf ini adalah memiliki sirip/kaki/serif yang berbentuk lancip di ujungnya. Kesan yang ditimbulkannya adalah klasik, anggun, lemah gemulai dan feminin.Egyptian, adalah jenis huruf yang memiliki ciri kaki/sirip/serif yang berbentuk persegi seperti papan dengan ketebalan yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan adalah kokoh, kuat, kekar dan stabil.Sans Serif, pengertian Sans Serif adalah tanpa sirip/serif, jadi huruf jenis ini tidak memiliki sirip pada ujung hurufnya dan memiliki ketebalan huruf yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan oleh huruf jenis ini adalah modern, kontemporer dan efisien.Script, merupakan goresan tangan yang dikerjakan dengan pena, kuas atau pensil tajam dan biasanya miring ke kanan. Kesan yang ditimbulkannya adalah sifast pribadi dan akrab.Miscellaneous, huruf jenis ini merupakan pengembangan dari bentuk-bentuk yang sudah ada. Ditambah hiasan dan ornamen, atau garis-garis dekoratif. Kesan yang dimiliki adalah dekoratif dan ornamental.

 

Tipografi ini sangat dekat dengan pekerja dalam dunia desain. Jadi buat kamu para calon desainer grafis, jangan malas untuk mengenal lebih jauh mengenai typography (tipografi). Salah satu tempat paling pas untuk mempelajarinya adalah di International Design School, sebab kamu akan diajari secara langsung oleh pakarnya. Selain typography (tipografi), di IDS kamu juga akan belajar hal lain yang penting untuk karirmu sebagai desainer grafis nantinya

INILAH PERBEDAAN ANTARA GRAPHIC DESAINER DAN UI DESAINER

Buat kalian yang bekerja dengan dunia desain tentunya sudah tidak asing dengan yang namanya Graphic Desainer dan UI Desainer. Keduanya memang sama – sama tentang desain, bagaimana membuat suatu karya yang memiliki nilai keindahan, tetapi juga memiliki nilai guna dan manfaat bagi setiap orang yang menggunakannya. Namun, apakah perbedaan yang terdapat diantara keduanya? Berikut ini akan dibahas, yuk simak bersama – sama!

 

Lingkup Pekerjaan

Graphic Desainer adalah orang yang tugasnya mendesain pamflet, poster, brosur, buku dan media cetak lainnya. Mereka mengatur komposisi image, teks, font untuk menghasilkan suatu grafis yang bagus sebagai bentuk komunikasi visual antara pemilik pesan dan khalayak yang dituju. Aplikasi yang biasa dipakai diantaranya Photoshop, Illustrator, Corel Draw. Seorang desainer grafis menciptakan grafis terutama untuk media yang diterbitkan, cetak maupun elektronik, seperti brosur (kadang-kadang) dan iklan. Tanggung jawab inti dari pekerjaan desainer adalah untuk menyajikan informasi dengan cara yang baik diakses dan mudah diingat.

Desainer grafis juga harus memiliki pemahaman yang menyeluruh tentang produksi dan rendering metode. Beberapa teknologi dan metode produksi menggambar, cetak offset, fotografi, dan berbasis waktu dan media interaktif (film, video, komputer multimedia). Sering, desainer juga dipanggil untuk mengatur warna dalam media yang berbeda.

 

Sementara itu, User Interface Designer bertugas untuk bagaimana suatu website atau aplikasi yang kamu buat terlihat dan berbentuk seperti apa. Hal tersebut mencakup Layout (tata letak), Visual Design (desain visual) dan Branding. Secara umum, User Interface (UI) Designer memiliki pekerjaan yang tidak jauh berbeda dengan web designer, terkadang si designer sendiri atau tempat dimana dia bekerja menamakannya secara berbeda. Namun bila web designer hanya mengerjakan pekerjaan website saja, UI designer mencakup interface applikasi smartphone atau software interface. Secara umum penerapan yang dilakukan web designer pada halaman web dan interface designer pada interface aplikasi / software adalah sama. Seorang UI Designer lebih berkonsentrasi pada tampilan visual dari sebuah aplikasi / software yang dapat dilihat dari sisi pengguna.

 

Media yang Digunakan

Perbedaan lainnya untuk Graphic Desainer dan UI Desainer jua terletak pada media yang digunakan. Karakter media, karakter digital (UI Designer) dengan print (Graphic Desainer) sangat berbeda. Print itu medianya tidak terbatas, sedangkan digital terbatas. Desain tampilan website terbatas dengan skill programer yang ada, kita tidak bisa ingin sok kreatif seperti desain pada berbagai brosur dan pamflet karena tergantung dengan kemampuan di desainer dan juga kemudahan penggunaan website itu sendiri. Dan lagi, web masa kini simpel – simpel. Semakin simpel semakin baik. Semakin aneh-aneh, semakin menyusahkan para penggunanya. Tentu disesuaikan dengan kebutuhan kliennya. Dan web itu fungsinya untuk digunakan, bukan seperti poster yang cuma untuk dilihat dan dipahami pesannya doang. So, harus benar – benar mudah digunakan.

 

Selain itu, untuk ukuran media juga jelas ada perbedaannya. Hasil desain grafis  yang untuk di print minimal resolusinya 150 dpi hingga 300 dpi, sementara untuk  digital 72 dpi saja. Kecuali untuk icon – icon untuk app (biasanya disebut assets) boleh 100 dpi dan sudah ditentukan ukuran panjang lebarnya di tiap device. Ini yang sering terjadi kesalahan dari desainer grafis, salah ukuran resolusi.

Kemudian ada lagi yang dinamakan Slicing. Di media print / desain grafis tidak ada istilah slicing, sementara di media digital ada. Dan ini sejatinya tugas desainer. Kalo print itu menyiapkan final design dengan final artwork, nah kalo desain web / mobile app yang dikerjakan oleh UI Desainer itu dengan slicing, yaitu memotong – motong (slice) part-part dari desain. Misalnya button, header, image, itu dipisah – pisah lagi. Dapat juga dilakukan dengan menggunakan pemotongan manual di Photoshop lalu save satu persatu daripada menggunakan tool slice di Photoshop

SIMAK BERBAGAI TIPS & CARA MENJADI SUTRADARA FILM

Menjadi seorang sutradara tentunya merupakan hal yang tidak mudah. Selain harus mampu memegang kendali dalam proses pembuatan sebuah film, sutradara juga bertanggungjawab untuk mengarahkan proses pengambilan semua adegan. Tentunya dalam pembuatan sebuah film, seorang sutradara tidak bekerja sendirian. Ia dibantu oleh asisten sutradara (astrada) dan seluruh kru produksi film tersebut. Buat kalian yang berminat untuk menjadi sutradara, akan kita bahas berbagai tips dan cara untuk menjadi sutadara, seperti berikut ini.

1. Temukan keinginan utamamu

Sebagai seorang sutradara, tentunya harus ada sebuah ‘identitas’ yang melekat dalam diri. Entah itu tergantung dari minat pribadi, ataupun imajinasi yang sering terlintas dipikiran kamu tentang film yang kamu idamkan. Hal ini penting karena sutradaralah yang akan paling tahu seperti apa imajinasi dari adegan sebuah film secara detail.

2. Menonton film secara kritis

Sudah tentu bahwa untuk menjadi seorang sutradara kamu harus senang menonton film. Bukan hanya suka, tetapi dapat mengkritisi setiap film yang kamu tonton. Dalam sebuah film, tentunya ada banyak hal yang dapat dikritisi. Sebagai seorang calon sutradara, kamu bisa mulai mempelajari bagaimana sebuah film itu disajikan kepada penonton, dan dibagian mana saja yang masih terdapat kekurangan.

3. Mulai membuat film pendek dan documenter

Kamu tidak harus memulai ‘karir sutradara’-mu sebagai pembuat film besar. Dengan sekedar film pendek atau documenter saja, bisa melatihmu mengasah kemampuan untuk menjadi seorang sutradara yang andal. Kumpulkan teman – temanmu di waktu luang dan arahkan untuk membuat sebuah film pendek tentang suatu hal yang sederhana saja.

4. Membaca naskah – naskah lain

Membaca naskah yang telah ditulis orang lain adalah cara yang baik untuk menghidupkan cerita. Ketika kamu membaca naskah orang lain, cobalah memikirkan detail-detail tentang bagaimana kamu akan mengambil setiap adegan. Contohnya, jika ada adegan kebakaran, pikirkan bagaimana kamu akan mengarahkan orang untuk berlari menyelamatkan harta bendanya.

5. Mengikuti sekolah atau kursus film

Saat ini sudah banyak sekali sekolah ataupun tempat kursus yang menyediakan jurusan perfilman dengan kurikulum yang beragam sesuai dengan yang kamu minati. Dengan mengambil pendidikan secara formal, kamu akan belajar dari ahlinya secara langsung serta mengetahui aturan dan konsep – konsep dasar perfilman, bahkan dengan standar internasional.

6. Ikut ambil bagian sebagai kru produksi film

Menjadi sutradara bukanlah pekerjaan yang sangat mudah didapatkan. Bahkan kebanyakan di antara mereka mulai sebagai tenaga pembantu, operator kamera, atau menjalankan peran-peran lain sebagai bagian dari kru produksi. Jika kamu berkesempatan untuk sekolah film, carilah program magang yang memungkinkanmu untuk terlibat dalam produksi sebuah film. Hal ini juga akan menambah pengalamanmu dalam dunia film.

7. Ikuti Kompetisi Festival Film

Jika kamu sudah memiliki karya, jangan hanya didiamkan atau ditunjukkan ke orang terdekatmu. Bawa saja film karyamu untuk diikutkan ke Festival Film yang banyak diselenggarakan dimana – mana. Bahkan XXI juga sekarang menyelenggarakan festival film bagi kamu yang ingin mengasah kemampuanmu sebagai sutradara.

 

8. Membuat dan melengkapi portofolio

Portofolio adalah daftar semua proyek yang pernah kamu sutradarai, jadi pastikan isinya memukau. Meskipun isinya hanya sekedar film – film pendek ataupun documenter, namun kamu bisa membuatnya secara maksimal. Portofolio juga berisi daftar riwayat hidup, data diri, berbagai pengalaman, serta hal – hal penting tentang diri kamu.

9. Sabar, tekun, dan mengembangkan kreatifitas

Karakter inilah yang harus kamu miliki meskipun belum berhasil menjadi seorang sutradara yang besar. Setiap kegagalan adalah hal yang wajar, namun kamu harus tetap sabar dan tidak putus asa dalam meraih impianmu. Bahkan seorang pemain film biasanya akan jauh lebih dikenal daripada para pemain filmnya, tapi hal itu sudah wajar. Kamu harus tetap tekun mengembangkan ide dan kreatifitas dalam membuat sebuah film. Walaupun mungkin idemu dianggap gila dan tidak realistis untuk difilmkan, buktikan bahwa kamu mampu melakukannya.

Kamu bercita-cita menjadi seorang sutradara? Mau belajar jadi filmmaker? Tertarik dengan dunia film? IDS | International Design School menyediakan Sekolah Film dan Kursus Film, lho! Kamu bisa wujudkan impian kamu menjadi FilmMaker.

 

 


APA ITU PAPER PROTOTYPING?

Paper Prototyping, sebuah istilah yang mungkin masih asing di telinga orang awam. Namun, ternyata paper prototyping merupakan salah satu hal yang penting dan harus dilakukan dalam siklus rekayasa perangkat lunak. Jika kita ingin mengevaluasi keberhasilan atau kinerja dari sebuah produk baru, kita dapat melakukannya dengan cara melakukan pengetesan (testing). Testing dapat dilakukan melalui beberapa cara, salah satunya yaitu dengan melakukan usability testingUsability testing berfokus pada pengguna (user-centered design) yang bertujuan untuk mengevaluasi sebuah produk dengan cara mengujicobakan produk tersebut kepada pengguna secara langsung. Hal inilah yang berhubungan dengan paper prototyping, yuk kita bahas lebih lanjut!

 

Pengertian Paper Prototyping

Dalam studi antarmuka manusia-komputer, paper prototyping merupakan salah satu cara untuk melakukan usability testing yang sudah dibahas diatas tadi. Paper prototyping adalah sebuah teknik menggambarkan user interface di atas kertas sehingga memungkinkan untuk dirancang, disimulasikan, dan diuji dengan cepat. Walaupun teknik ini terlihat sederhana, teknik ini efektif digunakan sejak 1980-an dan kemungkinan besar akan lanjut digunakan di masa depan karena bukti kesuksesannya. Lalu, kapankah sebaiknya kita melakukan paper prototyping ini? Paper prototyping dilakukan pada tahap merancang sebuah antarmuka sebelum siap dikembangkan. Paper prototyping akan menjelaskan bagaimana sebuah aplikasi bekerja dengan baik dan intuitif. Umpan-umpan balik dari pengguna sangat dibutuhkan karena nantinya yang akan menggunakan aplikasi tersebut adalah mereka, bukan hanya pengembang aplikasi. Selanjutnya isu dan masukan dari pengguna tersebut dapat dijadikan acuan untuk membuat prototype antarmuka dalam tim desain.

Manfaat Paper Prototyping

Apa sajakah manfaat paper prototyping yang bisa diambil untuk kepentingan si pembuat produk tersebut?

1. Setiap pengguna dapat melakukan ujicoba antarmuka dengan aksi-aksi yang nyata. 

Dengan melakukan paper prototyping, pengguna dapat menentukan sendiri aksi atau tugas apa saja yang bisa ia pahami dan lakukan ketika menggunakan aplikasi tersebut secara intuitif.

2. Paper prototyping tentu lebih mudah dibuat dibanding dengancomputer prototyping.

Disaat seperti ini dimana teknologi sudah semakin maju, mengapa paper prototyping harus tetap dilakukan? Ya, tentu saja karena ada alasannya. Paper prototyping hanya membutuhkan keahlian menggambar di atas kertas. Jika ada yang kurang sesuai maka dapat dengan segera diperbaiki. Selain itu, hal tersebut juga dapat mengurangi kerumitan membuat prototype dalam komputer yang seringkali berhubungan dengan kemampuan menggunakan tools tertentu.

3. Memungkinkan perubahan yang terjadi secara cepat

Dengan prototyping di kertas, kita dapat membuat, mengubah, maupun membuang banyak versi dari tampilan tanpa membuang banyak waktu (rapid iteration).

4. Menambah kreativitas

Dengan tidak terbatasnya ide yang bisa digunakan dan dikembangkan, Designers bebas untuk berkreatifitas dan menyalurkan ide baru dibandingkan dengan menggunakan software.

5. Tidak membutuhkan terlalu banyak keahlian

Semua orang dapat menggambarkan idenya walaupun tidak memahami penggunaan software prototyping, seperti marketing, development, atau stakeholders yang terlibat.

6. Membutuhkan biaya dan peralatan yang praktis

Tidak hanya murah, bahkan bisa terbilang sangat simpel dengan hanya membutuhkan kertas dan pensil / alat tulis lainnya, paper prototyping sudah dapat diselesaikan. Tentunya ini berbeda dengan digital prototyping yang membutuhkan komputer, dengan spesifikasi dan software tertentu.

4 STUDIO FILM ANIMASI TERPOPULER DI DUNIA

Saat ini, film animasi bukan hanya diminati oleh anak-anak, bahkan orang dewasa pun tak mau ketinggalan untuk menonton berbagai film animasi . Sebut saja film Cars 3, Moana, Emoji the Movie, dan Zootopia yang berhasil menghiasi layar bioskop baik dalam maupun luar negeri. Kesuksesan film-film tersebut pastinya didukung oleh orang-orang di balik layar yang bekerja dalam sebuah studio animasi. Alhasil, nama studio animasinya pun jadi  banyak dikenal oleh masyarakat luas. Baik lokal maupun mancanegara. Nah, berikut ada 4 studio animasi terpopuler yang akan kita ulas lebih lanjut!

1. Pixar Animation Studio

Steve Jobs adalah salah satu orang yang menemukan Pixar, sebelum dibeli oleh Walt Disney Company di 2006 seharga lebih dari 7 milyar dollar. Sudah tiga dekade Pixar menghasilkan film-film yang tidak hanya dapat dinikmati oleh usia anak-anak, namun juga masuk ke usia orang tua, dan segala jenis usia.

Beberapa koleksi film Pixar, diantaranya

Toy StoryThe IncrediblesWALL-EFinding DoryCars 3

2. Walt Disney Animation Studio

Sebenarnya Disney lebih dari sekedar animasi, Disney adalah payung dari segala jenis imajinasi dan petualangan yang diterapkan dalam segala jenis entertainment. Animasi adalah salah satunya. Walt Disney dan kakaknya Roy, menemukan Disney pada tahun 1923 di sebuah tempat produksi kecil di Los Angeles. Mickey Mouse adalah tokoh buatan Disney yang mengawali karier Disney di dunia animasi.

Beberapa koleksi film Disney, diantaranya

Lion KingFrozenZootopiaLilo & StichChicken Little

3. Dreamworks Animation

Dreamworks juga merupakan pemain yang tidak terlupakan, sudah meraih lebih dari 20 penghargaan Emmys, penghargaan Annie, masuk dalam berbagai nominasi. Dreamworks yang awalnya bernama Pacific Data Images pada tahun 1980 menjadi penantang serius bagi dominasi Pixar dan Walt Disney. Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa judul film yang dibuat Dreamworks untuk menandingi Disney, diantaranya

ShrekShark TailMadagascarAntzKungFu Panda

4. Warner Bros

Bermula di 70an, Warner Bros membantu Amerika untuk tumbuh ke era Golden Era. Warner Bros berkompetisi langsung dengan Disney melalui Looney Tunes dan karakter-karaketer terkenal lainnya dari Warner Bros. Meski banyak berkutat di televise, namun Warner Bros juga banyak memproduksi film animasi.

Beberapa koleksi film Warner Bros, diantaranya

The Lego MovieSpace JamStorks

 

Nah, itu dia ulasan singkat beberapa studio animasi populer yang berhasil menciptakan film – film animasi yang bukan hanya sukses dan terkenal di berbagai dunia, melainkan juga dapat menciptakan pesan dan kenangan manis yang menemani masa kecil kita. Jadi, apakah kamu bercita-cita ingin menjadi bekerja di salah satunya? kalau iya, asahlah terus bakat dan kemampuanmu dalam bidang desain, animasi, dan film dari sekarang. Internat